Fase “alay” dalam kebrotherhoodan

Owr pernah muda, pernah pula melakukan hal2 yang dibilang ababil yang sering dijumpai  pada remaja. Tak dipungkiri juga owr pernah alay haha… Kata dosen owr dlu, alay itu merupakan suatu “fase wajar” yang pasti dilewati dalam hidup. Semua orang pasti melewati fase itu, yang menjadi pembeda mungkin adalah tingkat porsi n visibilitas yang tidak sama antara satu dan lainya halah…
Ok langsung saja ke intinya. Postingan owr kali ini ngebahas tentang hubungan brotherhood yang sangat mempengaruhi fase hidup owr.

Brotherhood emang ngga jauh hubunganya sama perkumpulan, klub, geng ato apalah orang menyebutnya. Terima ato tidak, orang lain diluar brotherhood lah yang mnentukan n menilai, tp bagi owr yang sejak taun 2009 menjadi bagian didalam brotherhood punya pendapat sendiri tentang bhood, kita mulai memfasekan. Fase pertama, owr tak tau apa itu klub n menganggap ya ini klub bukan geng, positif n mulai belajar. Fase kedua, setelah mengenal n terbiasa owr sangat enjoy n bangga disinilah fase “alay” muncul, owr mungkin khilaf n menjadi sombong, berjiwa egois dijalan, disinilah posisi yang paling kritis, dimana orang awam yang melihat kelakuan anggota klub seperti itu dibilang mengganggu, tak patut n akhirnya dicap negatif, jadi benar adanya sebuah klub yang terdengar positif dimata orang awan berubah jadi geng yang negatif. Tak perlu kita bantah sampai adu mulut, kita sadari n resapi saja. Dari situlah fase ketiga muncul, jenjang dimana otak sudah sadar n bisa menilai dengan matang segala tindakan yang telah n akan dilakukan kita menjadi lebih “biasa” sebiasa pengendara lain dijalan, tapi sebisa mungkin masih menerapkan aturan turing dan itu “biasa” tidak ekstrim waktu alay hehe… Saat itu owr merasa malu, dlu kok bisa senekat itu memotong, membukakan jalan, hingga protekting road untuk rider belakang sampai melewati marka tengah jalan n memepet pengendara dari lawan arah. Aduuuhhhh… Jan alay tenan. Fase ketiga ini sebenarnya tidak selalu cepat terjadi, berbeda pada setiap orang bahkan mungkin ada yang belum juga sadar sampai sekarang. Jika kita berhasil melampaui fase ketiga kita akan tiba pada multiple opsi, kebanyakan dari teman2 adalah kejenuhan yang berdampak vakum, berhenti total, ataupun pindah ke klub lain yg dikiranya lebih pas.

Advertisements
This entry was posted in Komunitas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s